Veritaza

Bagaimana cara mengenali lowongan kerja palsu?

Lowongan kerja patut dicurigai jika Anda diminta membayar – biaya pendaftaran, pelatihan, seragam, atau "deposit" – atau dijanjikan gaji besar untuk pekerjaan ringan. Perusahaan yang benar tidak memungut biaya untuk menerima Anda bekerja.

Penipuan lowongan kerja datang lewat WhatsApp, Telegram, atau media sosial, sering mengatasnamakan perusahaan terkenal. Modus kerja paruh waktu "like dan follow" membayar tugas kecil di awal untuk membangun kepercayaan, lalu meminta "top up" yang makin besar.

Tawaran kerja di luar negeri juga perlu ekstra hati-hati: gaji tinggi, tiket gratis, berangkat cepat dengan visa turis. Banyak korban yang akhirnya dipaksa bekerja menipu orang lain secara online di Kamboja, Myanmar, atau negara tetangga lainnya.

Cara memeriksanya

  1. Cari lowongan itu di situs resmi perusahaan, atau telepon nomor yang ada di situs resmi tersebut, bukan nomor di iklan.
  2. Cari nama perusahaan di internet bersama kata "penipuan".
  3. Jangan pernah membayar biaya pendaftaran, pelatihan, seragam, atau deposit untuk mulai bekerja.
  4. Untuk kerja di luar negeri: berangkat hanya lewat perusahaan penempatan (P3MI) yang terdaftar resmi di Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (dulu BP2MI), dengan visa kerja, bukan visa turis.
  5. Waspadai wawancara yang hanya lewat chat dan desakan agar Anda segera menerima.
  6. Periksa nomor dan email orang yang menawarkan pekerjaan.

Pertanyaan yang sering diajukan

Saya sudah dibayar untuk tugas kecil. Berarti asli?
Belum tentu. Membayar sedikit di awal adalah teknik umum supaya nanti Anda mau mengirim uang yang lebih besar.

Ingin tahu apakah ada tanda bahaya pada orang yang sedang Anda ajak bicara? Veritaza memeriksa foto, pesan, nomor, email, nama, dan kartu identitasnya, seharga Rp53.999.

Periksa seseorang

Baca juga