Pembeli mengirim bukti transfer tapi uangnya belum masuk. Apakah itu bukti transfer palsu?
Kemungkinan besar ya. Bukti transfer berupa tangkapan layar bisa diedit dalam satu menit, dan satu-satunya bukti yang sah adalah uang yang terlihat masuk di mutasi rekening atau aplikasi bank Anda sendiri. Jangan kirim barang sebelum itu.
Alasan yang sering dipakai: "sedang pending", "transfer antarbank butuh waktu", "sudah dipotong dari rekening saya". Transfer antarbank di Indonesia pada umumnya masuk dalam hitungan menit, dan kalau benar-benar tertunda, Anda bisa menunggu tanpa mengirim barang. Pembeli yang mendesak justru tanda.
Yang perlu dilakukan
- Buka aplikasi bank Anda sendiri dan lihat mutasi. Jangan percaya gambar.
- Perhatikan detail di tangkapan layar: nama penerima, jumlah, tanggal, dan jam yang tidak cocok adalah tanda edit.
- Katakan bahwa barang dikirim setelah uang masuk, dan jangan terpengaruh desakan.
- Kalau pembeli menolak menunggu dan menuduh Anda, biarkan transaksi batal.
- Simpan tangkapan layar dan nomornya kalau Anda ingin melaporkannya.
Pertanyaan yang sering diajukan
- Pembeli minta uangnya dikembalikan karena "salah transfer". Bagaimana?
- Itu modus: tidak ada uang yang masuk, dan Anda diminta "mengembalikan" uang Anda sendiri. Cek mutasi dulu, selalu.
Ingin tahu apakah ada tanda bahaya pada orang yang sedang Anda ajak bicara? Veritaza memeriksa foto, pesan, nomor, email, nama, dan kartu identitasnya, seharga Rp53.999.
Periksa seseorang