Bagaimana cara tahu apakah rumah, kontrakan, atau kos yang disewakan benar-benar ada?
Bayar hanya setelah Anda melihat langsung tempatnya dan memastikan bahwa yang menyewakan adalah pemilik atau agen properti yang nyata. Harga jauh di bawah pasaran dan permintaan DP lewat transfer sebelum survei adalah tanda klasik penipuan sewa.
Dalam penipuan sewa, penipu menyalin foto dari iklan asli, memasang harga menarik, dan mengaku sedang di luar kota. Dia meminta DP atau "uang tanda jadi" supaya rumahnya tidak diambil orang lain, lalu menghilang.
Cara memeriksanya
- Datangi tempatnya langsung, atau minta orang yang Anda percaya untuk melihatnya.
- Minta lihat sertifikat tanah (SHM atau sertifikat lainnya) dan bukti bayar PBB, lalu cocokkan nama pemiliknya dengan KTP orang yang menyewakan.
- Jika lewat agen, datangi kantornya dan pastikan kantor itu ada; tanyakan apakah agennya anggota AREBI.
- Lakukan pencarian gambar terbalik untuk foto di iklan: jika foto yang sama muncul di iklan lain, waspadalah.
- Jangan pernah membayar DP atau uang sewa sebelum melihat tempatnya dan membaca perjanjian sewanya.
Pertanyaan yang sering diajukan
- Pemiliknya di luar kota dan kuncinya mau dikirim lewat kurir. Mungkinkah benar?
- Itu salah satu cerita yang paling sering dipakai dalam penipuan sewa. Jangan bayar apa pun sebelum melihat tempatnya.
Ingin tahu apakah ada tanda bahaya pada orang yang sedang Anda ajak bicara? Veritaza memeriksa foto, pesan, nomor, email, nama, dan kartu identitasnya, seharga Rp53.999.
Periksa seseorang