Veritaza

Orang yang saya kenal lewat internet minta uang karena keadaan darurat. Apakah ini penipuan?

Hampir selalu, ya: meminta uang untuk keadaan darurat adalah tanda paling umum dari love scam dan penipuan online lainnya. Jangan kirim apa pun sebelum Anda memastikan lewat jalur lain siapa sebenarnya orang tersebut.

Ceritanya berganti-ganti, tetapi polanya mirip: mula-mula banyak perhatian dan kata sayang, atau tawaran peluang besar, lalu tiba-tiba ada keadaan darurat – rumah sakit, paket hadiah yang tertahan di bea cukai, denda, tiket pesawat, rekening diblokir – dan permintaan transfer "sekali ini saja".

Di WhatsApp, polanya sering lebih pendek: nomor baru yang mengaku keluarga atau teman ("ini nomor baru aku, HP lama hilang") lalu langsung minta ditransfer. Telepon dulu nomor lama orang tersebut sebelum mengirim apa pun.

Apa yang perlu dilakukan sekarang

  1. Jangan kirim uang, transfer, pulsa, voucher, atau hadiah.
  2. Jangan mau didesak. Rasa terburu-buru adalah alat utama penipu.
  3. Ceritakan kepada orang yang Anda percaya sebelum memutuskan.
  4. Periksa foto, nomor, dan pesan orang tersebut.
  5. Jika sudah terlanjur mengirim uang, segera telepon bank Anda dan buat laporan.

Pertanyaan yang sering diajukan

Bagaimana kalau dia tersinggung?
Orang yang benar-benar peduli akan mengerti bahwa Anda tidak mengirim uang kepada orang yang belum pernah Anda temui. Tekanan dan membuat Anda merasa bersalah adalah tanda penipuan.
Saya sudah transfer. Apakah uangnya bisa kembali?
Telepon bank Anda secepat mungkin lewat nomor resmi, laporkan transfer itu sebagai penipuan, dan minta bank mencoba memblokir rekening penerima. Makin cepat, makin besar peluangnya. Laporkan juga nomor rekening penipu di cekrekening.id.

Ingin tahu apakah ada tanda bahaya pada orang yang sedang Anda ajak bicara? Veritaza memeriksa foto, pesan, nomor, email, nama, dan kartu identitasnya, seharga Rp53.999.

Periksa seseorang

Baca juga