Dia mengirim paket hadiah dari luar negeri yang katanya tertahan di bea cukai dan saya harus bayar. Penipuan?
Ya, ini salah satu modus penipuan yang paling sering: tidak ada paket, dan "petugas bea cukai" yang menghubungi Anda adalah bagian dari penipu yang sama. Bea cukai yang asli tidak pernah menagih lewat nomor pribadi dan tidak pernah meminta transfer ke rekening pribadi.
Modusnya dimulai dengan hubungan: kenalan dari luar negeri yang setelah berminggu-minggu mengobrol mengirim "hadiah" berisi barang mahal atau uang tunai. Lalu datang pesan atau telepon dari "petugas": paket tertahan, ada biaya, ada ancaman proses hukum, harus ditransfer sekarang. Setelah bayar, muncul biaya baru lagi.
Yang perlu dilakukan
- Jangan transfer apa pun, berapa pun kecilnya. Biaya pertama hanya pembuka.
- Nomor resi dan situs pelacakan yang dikirim biasanya palsu. Jangan masukkan data Anda di situs itu.
- Petugas yang menghubungi lewat WhatsApp pribadi, mengancam, dan meminta transfer ke rekening atas nama orang adalah tanda penipuan.
- Cari foto dan nama pengirimnya di internet. Cerita paket hadiah ini dipakai untuk banyak korban.
- Blokir keduanya, pengirim dan "petugas", dan simpan tangkapan layarnya kalau Anda ingin melapor.
Pertanyaan yang sering diajukan
- Bagaimana kalau paketnya benar-benar ada?
- Kiriman dari luar negeri yang sah bisa Anda telusuri sendiri lewat jalur resmi bea cukai, bukan lewat tautan yang dikirim orang. Dan biaya resmi tidak pernah dibayar ke rekening pribadi.
- Saya sudah bayar biaya pertama. Apa yang harus dilakukan?
- Berhenti membayar sekarang juga, telepon bank Anda, dan buat laporan. Jangan percaya janji bahwa "satu pembayaran lagi" akan melepaskan paketnya.
Ingin tahu apakah ada tanda bahaya pada orang yang sedang Anda ajak bicara? Veritaza memeriksa foto, pesan, nomor, email, nama, dan kartu identitasnya, seharga Rp53.999.
Periksa seseorang