Dia mengajak pindah dari aplikasi kencan ke WhatsApp atau Telegram. Apakah itu tanda bahaya?
Pindah ke WhatsApp atau Telegram sendiri bukan masalah, tetapi penipu hampir selalu mengajaknya sangat cepat, sering dalam obrolan pertama. Alasannya: di luar aplikasi kencan, akunnya tidak bisa dilaporkan, dan profilnya bisa dihapus tanpa jejak.
Perhatikan urutannya. Kalau dia mengajak pindah sebelum Anda sempat bertanya apa pun, lalu profilnya di aplikasi kencan menghilang, dia sedang menutup jejak. Nomor yang dia berikan juga bisa diperiksa: nomor virtual atau nomor dari negara lain sering menjadi tanda akun palsu.
Yang perlu dilakukan
- Tetap di aplikasi kencan sampai Anda merasa cukup kenal, dan jangan merasa harus menuruti permintaannya.
- Simpan tangkapan layar profilnya sebelum pindah, termasuk nama dan foto.
- Setelah dapat nomornya, periksa nomor itu: kode negara, nomor virtual, dan apakah pernah dilaporkan.
- Jika profilnya di aplikasi kencan tiba-tiba hilang, anggap itu tanda bahaya.
- Di Telegram, waspadai username yang baru dibuat dan akun tanpa nomor telepon yang terlihat.
Pertanyaan yang sering diajukan
- Kenapa penipu suka Telegram?
- Karena di Telegram nomor telepon bisa disembunyikan, akun mudah dibuat dan dihapus, dan grup bisa dipakai untuk mengelola banyak korban sekaligus.
Ingin tahu apakah ada tanda bahaya pada orang yang sedang Anda ajak bicara? Veritaza memeriksa foto, pesan, nomor, email, nama, dan kartu identitasnya, seharga Rp53.999.
Periksa seseorang