Dia minta kode OTP yang masuk ke HP saya. Apa yang akan terjadi kalau saya kasih?
Kalau Anda memberikan kode OTP, orang itu bisa masuk ke akun yang kodenya dikirim: dompet digital, mobile banking, atau WhatsApp Anda. Tidak ada alasan yang sah untuk meminta OTP, dan tidak ada petugas bank atau aplikasi yang pernah memintanya.
Alasan yang sering dipakai: "salah kirim kode ke nomormu", "untuk verifikasi hadiah", "supaya transferku bisa masuk", atau pura-pura jadi petugas yang membantu memblokir transaksi mencurigakan. Begitu kode diberikan, akun berpindah tangan dalam hitungan detik.
Yang perlu dilakukan
- Jangan pernah bacakan atau ketik kode OTP untuk siapa pun, termasuk yang mengaku dari bank atau aplikasi.
- Kalau ada kode OTP masuk padahal Anda tidak meminta, berarti ada yang sedang mencoba masuk ke akun Anda. Abaikan dan ganti kata sandi.
- Aktifkan verifikasi dua langkah di WhatsApp supaya kode SMS saja tidak cukup untuk mengambil alih.
- Kalau sudah terlanjur memberi: segera telepon bank atau aplikasi lewat nomor resmi, dan beri tahu kontak Anda kalau WhatsApp-nya diambil alih.
- Blokir dan laporkan nomor yang memintanya.
Pertanyaan yang sering diajukan
- Dia mengaku petugas dan sudah tahu nama dan nomor saya. Berarti asli?
- Tidak. Nama dan nomor bisa didapat dari kebocoran data atau dari akun Anda sendiri. Petugas asli tidak pernah meminta OTP.
Ingin tahu apakah ada tanda bahaya pada orang yang sedang Anda ajak bicara? Veritaza memeriksa foto, pesan, nomor, email, nama, dan kartu identitasnya, seharga Rp53.999.
Periksa seseorang