Veritaza

Dia cuma minta pulsa atau kuota. Apakah itu termasuk penipuan?

Permintaan pulsa atau kuota memang kecil, tetapi itu sering menjadi ujian: kalau Anda mau mengirim yang kecil, permintaan berikutnya akan lebih besar. Orang yang baru dikenal lewat internet tidak punya alasan untuk meminta apa pun dari Anda.

Pulsa juga mudah diuangkan dan sulit dilacak, jadi disukai penipu. Dan alasannya sering sama dengan alasan menghindari video call: "kuota habis", "tidak bisa isi pulsa di sini", "HP-nya rusak". Setelah pulsa, biasanya datang cerita darurat yang lebih besar.

Yang perlu diperhatikan

  1. Tolak dengan sopan dan perhatikan reaksinya. Orang yang jujur tidak akan mendesak.
  2. Hitung: sudah berapa kali dia minta sesuatu, dan sudah berapa kali dia memberi?
  3. Alasan "kuota habis" yang muncul tepat saat Anda mengajak video call adalah tanda.
  4. Jangan beli voucher atau kode apa pun atas permintaan orang yang belum pernah Anda temui.
  5. Periksa nomornya: nomor yang pernah dilaporkan atau nomor virtual adalah tanda bahaya.

Pertanyaan yang sering diajukan

Kalau cuma puluhan ribu, apa salahnya?
Bukan soal jumlahnya, tetapi polanya. Penipu memulai dari yang kecil untuk mengukur seberapa mudah Anda mengirim uang.

Ingin tahu apakah ada tanda bahaya pada orang yang sedang Anda ajak bicara? Veritaza memeriksa foto, pesan, nomor, email, nama, dan kartu identitasnya, seharga Rp53.999.

Periksa seseorang

Baca juga